Si Bisu Pembaca Pikiran - Cerpen
Hari senin, tanggal 21 desember 2020. Bagi sebuah kantor website development, adalah waktu-waktu yang mepet. Semua programmer ingin segera mengakhiri proyek mereka dan bisa menikmati akhir tahun baru dengan tenang.
Kantor ini hanya memiliki beberapa karyawan, salah satu programmer yang bernama Wisnarta atau dijuluki si bisu. Si bisu sudah bekerja selama 5 tahun di perusahaan ini. Ngomong-ngomong kenapa dijuluki si bisu? Karena tidak pernah ada yg mendengar suaranya. Bos yang merekrutnya juga menerimanya lewat chat whatsapp dan hasil proyek website yang pernah si bisu kerjakan.
Jadi selama ini, komunikasi di kantor dengan si bisu selalu melalui whatsapp. Koordinasi proyek juga lewat chat. Tapi mungkin karena hasil kerjanya yang selalu bagus, bos dan teman kerjanya tidak pernah mengajukan komplain dengannya.
Tapi diam-diam, ternyata si bisu ini mempunyai kemampuan membaca pikiran orang. Jika seseorang yang berada di radius 5 meter darinya, si bisu bisa mendengar jelas isi pikiran orang tersebut. Entah sejak kapan si bisu mempunyai kemampuan supranatural ini. Dia hanya ingat ketika pingsan 5 tahun yang lalu, dan baru sadar 3 hari setelahnya, dia tiba-tiba bisa mendengar suara pikiran orang-orang.
Tetapi ada yang aneh dengan kemampuan supranatural si bisu. Dia hanya bisa mendengar suara kritikan negatif dari pikiran orang lain. Setiap cacian dalam pikiran orang lain, dia bisa mendengar dengan sangat jelas. Bahkan dia juga tahu semua hal buruk karyawan di kantor, hanya karena kemampuan tersebut. Tapi ada satu kelebihan dari kemampuannya, karena dia hanya bisa mendengar kritikan negatif, maka dia bisa mendengar jelas semua kritikan terhadap hasil kerjanya. Jadi sebelum kritikan diutarakan lewat chat, si bisu biasanya sudah memperbaiki hasil kerjanya.
Selama ini, si bisu selalu berkomunikasi lewat chat dengan rekan kerjanya. Entah kenapa, hari ini cuaca begitu panas, AC kantor juga tidak nyala, semua orang terasa begitu capek dan gelisah. Hari ini si bisu bisa mendengar suara negatif dari pikiran orang lebih banyak dari biasanya.
“Andaikan si bisu bisa berbicara, pasti kita sudah selesaikan proyeknya sebelum liburan natal.” Kata seorang wanita bernama Anni dalam hati.
“Kenapa bos harus nerima banyak proyek sebelum liburan?” Kata junior programmer dalam hati.
“Kenapa semua kerjaan ini harus dikerjakan oleh aku, kapan bos mau nambah orang?” Kata seorang admin dalam hati.
“Udah mau jam 6 nih, aku ingin cepat-cepat pulang. Tapi kenapa kerjaan masih belum selesai?”
“Kenapa karyawan-karyawan gw kerjanya lama banget, padahal kalau gw yang kerjain pasti sudah selesai dari kemarin.” Kata bos perusahaan ini dalam hati.
Cuaca yang begitu panas membuat semua orang terlihat begitu gelisah. Bahkan si bisu sendiri juga mulai tidak tenang, hari ini dia mendengar lebih banyak suara negatif dari biasanya. Dia merasa ada sesuatu yang memberontak di dalam tubuhnya. Sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan. Seperti ada sesuatu yang bergejolak di dalam tenggorokannya dan bersiap untuk meletus.
“Aarrgghhhh!!!!! Diam kalian semua !!!!” Tiba-tiba si bisu yang selama 5 tahun ini tidak berbicara, berteriak dengan sangat kencang.
Semua orang yang berada di dekatnya itu terlihat sangat kaget. Wajah mereka mengekspresikannya dengan sangat baik. Bahkan si bisu juga terlihat pucat, dia tidak percaya bisa mendengar suara aslinya setelah selama ini. Dia mengira dirinya akan berpura-pura bisu selamanya.
Iya, berpura-pura bisu!!
Si bisu sebenarnya selama ini selalu berpura-pura bisu! Dia tidak ingin orang lain tahu bahwa dia bisa membaca pikiran orang lain. Karena sebenarnya dia tidak bisa membedakan dengan jelas, mana suara pikiran mana suara bicara mereka.
“Hah? Kamu sudah bisa bicara?” Suara Anni memecahkan keheningan sejenak.
“Kak Wisnarta baik-baik saja? Cuaca hari ini lagi panas, mau aku ambilkan air putih? Tapi...... daritadi kami tidak bicara apapun.” Tanya Junior Programmer.
“Apakah kamu baik-baik saja?!” Tanya bos perusahaan tempat mereka kerja.
Si bisu masih tidak bisa berkata-kata, dia masih memandangi mereka dengan wajah pucat. Seperti seorang anak kecil yang ketahuan menilep uang kembalian ibunya dari warung.
Si bisu kemudian berdiri dari kursinya, dia mulai bersiap, dia akan mengeluarkan semua keluh kesahnya selama 5 tahun ini. Semua hal negatif yang dia dengar selama ini, akan dia balas satu per satu. Dia akan memberitahukan bahwa dia bisa membaca pikiran orang-orang.
“Diam kalian semua! Mungkin aku berpura-pura bisu, tapi itu karena aku ingin menutup kemampuan membaca pikiran. Aku sebenarnya bisa mendengar jelas isi pikiran kalian. Bos yang tidak pernah puas dengan hasil kerja kami, admin yang sebenarnya tidak overload kerjaan, tapi minta nambah orang terus, Anni yang selalu berkata buruk kepada siapapun dan apapun. Semua isi pikiran kalian terdengar jelas di telingaku. Itulah kenapa, kenapa aku memilih bisu. Aku tidak ingin mendengar mental victim kalian yang sangat parah itu. Kalian selalu merasa diri kalian korban, kalian merasa diri kalian yang paling sibuk, diri kalian yang paling banyak kerjaan, diri kalian yang paling benar. Kalian tidak pernah merasa puas, kalian selalu memberi kurang tapi mengharapkan lebih. Kalian berharap bisa dapat gaji tinggi dan pekerjaan gampang. Kalian..... kalian.......” Selama 15 menit, si bisu mengutarakan isi hatinya selama 5 tahun ini.
Dia sudah tidak tahan lagi, dia ingin memberitahu kepada mereka, bahwa semua orang mempunyai hak dan kewajiban masing-masing di dalam sebuah perusahaan. Tidak mungkin mendapatkan lebih jika kita memberikan kurang. Tidak mungkin kita mendapatkan apa yang kita mau dengan kerja yang tidak maksimal.
Hari itu, mereka semua pulang dalam keheningan. Bos maupun karyawannya pulang tanpa menyelesaikan pekerjaan hari itu. Di dalam perjalanan pulang, bos menyetir mobilnya sambil berpikir dalam hati.
“Bagaimana seseorang bisa berpura-pura bisu selama 5 tahun? Bagaimana seseorang bisa mendengar isi pikiran orang lain? Aku tidak pernah puas dengan hasil kerja kalian? Darimana dia mendengar pikiran itu? Padahal aku selalu memberikan apresiasi kepada mereka, bonus tahunan yang selalu meningkat mengikuti hasil kerja keras mereka. Apakah yang lain beneran berpikiran begitu terhadap aku?”
Anni yang berada di dalam busway juga bengong sepanjang jalan, dia berpikir dalam hati, “Perasaan aku tidak pernah menjudge si bisu dengan kata-kata jahat walaupun dalam hati, aku bahkan membawa dia ke tempat les bahasa isyarat. Apakah dia beneran mendengar suara pikiran kami? Atau......”
Yang terakhir, admin yang selalu komplain kerjaan yang overload. Hari ini dia memang lembur di kantor karena mengejar kerjaan yang harus diselesaikan sebelum liburan natal. Dia berkata, “Kerjaan overload? Aku tidak pernah merasa overload kok, aku juga tidak pernah meminta bos untuk nambah orang. Darimana si bisu mendengar suara isi pikiran aku? Atau dia hanya berkhayal selama ini??”
The End.
Jemmy Gunawan
Halo Guys, ini pertama kali aku menulis cerita pendek. Semoga cerita yang aku tulis ini bisa menghibur teman-teman, jika ada saran dan kritikan, jangan disimpan di dalam hati yah.
Sampaikan di kolom komentar di bawah.
Terima kasih!

Komentar
Posting Komentar